Apa susahnya sih memberi pujian pada anak


Menyimak tulisan Irawati Istadi dalam bukunya “Mendidik dengan Cinta” yang dikutip dari Bobby Porter , Quantum Learning mengatakan bahwa Anak-anak, rata-rata menerima 450 komentar negatif atau kritikan dan 75 komentar positif atau dukungan, setiap hari.

Jika kita renungkan bersama, kira-kira kita termasuk orang tua model apa ya ? Model yang senangnya mengkritik dan menyalahkan anak atau model orang tua yang gemar memberi pujian dan dukungan anak ?

Jika kita mau jujur, saya yakin orang tua saat ini lebih banyak memberikan komentar negatif/kritikan dari pada pujian pada anaknya. Karena kritikan dan komentar negatif sangat mudah terucap dari lisan para orang tua, terlebih lagi ketika menjumpai anaknya melakukan tindakan yang kita nilai salah, maka komentar negatif tak mampu terhentikan. Bahkan adapula model orang tua yang senantiasa mengulang kesalahan yang pernah dilakukannya anaknya disetiap waktu dan tempat, seakan-akan kesalahan itu tak bisa hilang dari sosok sang anak. Akhirnya, sang anak begitu trauma dengan kata-kata negatif dan kritikan yang terus dilakukan orang tuanya.

Jika kita mau mawas diri, banyak  kritikan dan komentar negatif ini sudah kita lontarkan pada anak kita, sejak ketika bangun pagi, hingga menjelang tidur malam. Anak sudah diomelin untuk lekas bangun dari tempat tidur, kemudian bersiap untuk berangkat sekolah dan ketika pulang sekolahpun anak terkadang dihujani dengan berbagai omelan dan kritikan, entah karena susah makannya, ngak mau tidur siang dll.

Pembaca sekalian, kita sebagai orang tua mungkin berniat baik untuk memberikan bimbingan pada anak kita sejak dini, tetapi pemberian bimbingan tanpa disertai dengan ilmu justru akan menjadikan metal dan jiwa anak kita rusak.Contohnya yakni anak-anak kita lebih banyak kita kritik dan dikomentari negatif dari pada pujian dan dukungan.

Yang jadi pertanyaan kita para orang tua adalah, apa sih susahnya memberikan pujian dan dukungan pada anak kita ? Pujian pada anak akan berat dilakukan oleh orang tua disebabkan antara lain :

1.    Tidak memawahi fungsi sebagai orang tua

2.  Orang tua sudah kadong terbiasa dengan kritikan dan cemoohan pada anaknya, sehingga untuk memulai dengan memberikan pujian atau dukungan sangat berat untuk dilakukan

Sebagai akhir tulisan, mari kita mulai mendidikan anak kita dengan pujian dan dukungan yang baik, bagaimanapun anak akan terus melakukan kesalahan-kesalahan selama dirinya belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Jangan pelit dengan dukungan dan pujian untuk anak-anak kita, sebab memberikan pujian tidak mahal harganya…kita orang tua tidak mengeluarkan uang untuk memberikan pujian dan dukungan yang positif untuk anak kita. Dan ingatlah, bahwa anak yang dibesarkan dengan kritikan dan komentar negatif cenderung akan menjadi anak pembangkang dan susah diatur…selamat mencoba ……. (Abu Muttatiar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s