Cepat Lupa Dalam Menghafal


Pagi yang indah kawan,.. mari sini kita ngopi.. duduklah sebentar. Mari kita bicara tentang menghafal Quran
Seringsekali kita mencoba menghafal alQuran, mulai dari ‘amma yatasaa-aluun atau qul a’uudzu birobbinnaas. berlanjut terus karena semangat, hingga satu juz pun tak terasa akrab bagai melodi indah, menghiasi hati dan lisan kita.
Alhamdulillah kita patut berbangga. Sebulan berlalu. Berganti tahun.
Tiba suatu ketika kita masuk ke sebuah lembaga pendidikan Islam yang syarat masknya hafal juz Amma. Untuk mengajar atau kita belajar lagi. Nah lho??? kemana hafalan Quranku yang kemarin ada? mengapa lisan ini menjadi terbata bata, bahkan sangat sangat sulit kembali melafazkannya????

Kawanku, ingatlah bahwa Rosulullah pernah mengingatkan kita, bahwa hafalan Quran itu lebih cepat larinya daripada unta yg terlepas. Atau dalam bahasa kita,.. lebih wusy…! daripada motor 125 cc dng kecepatan 80 km/jam. Hafalan Quran lbh cepat menghilang, lari , lari dan tak kembali… hiks…!! Menangislah kita jika mengingat hal itu, atau parah lagi kita akan berkata: ya sudahlah……

Apa triknya agar kita tidak cepat lupa dalam menghafal Quran?? Ikuti sedikit saran ini

– Batasi hafalan baru.
Ketika pertama menghafal, jangan banyak-banyak!! sedikit saja. Jika hafalanmu sangat kuat bagilah sau juz menjadi empat bagian menghafal (1/4 juz atau 5 halaman atau 2,5 lembar mushaf utsmani. satu juz dalam mushaf usmani ada sepuluh lembar/20 halaman). Jika hafalanmu so good hafallah satu juz dalam sepuluh hari/sepuluh bagian. jika hafalanmu jongkok ambil saja satu halaman, berarti 20 bagian kan?? itu berarti 20 hari jika menghafal setiap hari. Untuk satu juz-nya.
Jika kita hitung secara matematis, kita butuh 20 hari x 30 juz = 600 hari saja lho… itu berarti kita bisa hafal Quran dalam dua tahun. Itu ukuran pas orang Indonesia yg notabene kurang bisa bahasa Arab.
Ada rumusannya nih penting untuk diingat : Semakin Cepat Kita Menghafal, Semakin Cepat Kita Lupa. Artinya, menghafal Quran sebanding lurus dengan waktu, sebagaimana turunnya AlQuran, sangat lama sepanjang masa kenabian yaitu 23 tahun. Pernah ada sebuah buku yang mengajar kita menghafal dalam sebulan. Saya bukan tak setuju dengan buku itu, hanya sedikit tersenyum simpul sambil mengedip kedipkan mata berujar: “hihi… coba saja” Sebulan berhasil menghafal mungkin saja, sebulan kemudian lupa…. :p~

– Banyak mengulang
Menghafal Quran itu TIDAK WAJIB. Tapi menjaga hafalan Quran yang kita punya WAJIB. Maka prioritas utama menghafal adalah MENGULANG HAFALAN. Kita harus punya agenda pengulangan disamping menambah hafalan baru. Sholat telah mengajarkan kita prinsip menghafal yaitu: Bacalah AlFatihah setiap rokaatmu sebelum bacaan surat yang lain. Dan hingga saat ini, muslim mana yang sholat dan dia tidak hafal Surat AlFatihah??
Sebagai contoh, kita telah menghafal juz ‘Amma dan beranjak ke juz satu (buka mushafmu) : kita hafalkan dari Alif Laamm Miimm (Al Baqoroh:1) hingga wamaa kaanuu muhtadiin (Al Baqoroh: 16) sebagai hafaln baru, namun dalam hari yang sama kita juga harus meghafal Amma yatasaa-aluun (An Naba’) hingga Idzas Syamsu Kuwwirot (at Takwir). besok kita beralih tambah hafalan baru, kita juga beralih mengulang hafalan lama sehingga dalam sehari itu, ada dua hafalan kita: BARU dan LAMA

– Fokus
Fokus adalah prasyarat setiap aktivitas. Fokuskan lensamu maka melesat kenalah panahmu. Setiap aktivitas yang tidak fokus sulit menghasilkan sesuatu yang nyata. Jangan hanya berdiri diatas angan angan saya akan hafal alQuran tapi tidak ada sesuatu yang riil yang kita lakukan. Ingatlah bahwa menghafal AlQuran investasi akhiratmu. Dia hafalanmu akan menjadi sahabat sejati disaat kamu sendiri dialam kuburmu, saat semua yang mengaku cinta pada kita tega mengubur kita sendirian hiks… dia hafalanmu akan datang menjadi teman dalam wajah yang cantik rupawan, sementara tilawahmu suaramu dulu akan menjadi lampu penerang disaat kubur yang lain gelap gulita. Dia bisa menjelma menjadi lift jalan naik menuju surga, sementara ibu bapakmu akan diberi mahkota yang aangat indah hingga bertanyalah keduanya terheran
“darimana , amalan apa, yang bisa memberiku mahkota seindah ini??”
Itu karena anakmu hafal Quran,…

Jadi kawan,… ayolah aku mengajak pada diriku sendiri dan kalian semua
Sedikit namun pasti mari kita hafalkan Quran, mulailah dari yang termudah. Awali dng ta’awudz, basmalah, alfatihah, lalu annaass,… terus dan terus,… hingga satu juz. STOP. Lalu jaga ia. Ulangilah. Ulangilah. jangan pernah engkau bosan karena hidupmu didunia hanyalah sesaat. Besok atau lusa engkau akan berhenti bernafas. Engkau berhenti menjaga hafalanmu. gantian. dia yang akan menjagamu dan memualiakanmu…

YOOOOOOOKKK
(lho kok pembahasannya geser?? haha gapapa wes, yang penting enak dibaca yua??? piss ,…..)

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s