Rusaknya anak atau rusaknya orang tua ?


Pertayaan sebagaimana tema diatas seharusnya menjadi renungan kita bagi orang tua. Jika ada seorang anak yang susah diatur, tak peduli pada orang tua, akhlaqnya rusak, enggan untuk sholat,kurang hormat pada orang tuanya dll, sebenarnya kesalahan siapa ?
Jika kesalahan itu kita alamatkan pada sang anak, sudah pasti anak tersebut salah, sebab dialah yang melalukannya semuanya. Akan tetapi kesalahan itu tidak serta merta kesalahan anak semata, sebab banyak kasus dilapangan yang memberikan bukti nyata bahwa kerusakkan anak tak lepas dari kerusakkan yang dilakukan orang tuannya, terlebih lagi orang tua yang tidak taat beribadah.
Benar kata pepatah yang mengatakan bahwa “buah itu jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Dengan bahasa yang mudah dipahami yakni akhlaq dan prilaku anak itu tergatung pada akhlak dan prilaku orang tuanya.
Pembaca sekalian, banyak kita temukan saat ini anak tumbuh tanpa mendapatkan bimbingan dan tauladan dari orang tuanya, khususnya lagi seorang ayah. Yang lebih ironis lagi, tidak adanya bimbingan dan tauladan tersebut bukan karena orang tua tak lagi ada disisihnya (meninggal), tapi lebih karena tidak berjalannya fungsi bimbingan dan tauladan orang tua dirumah. Akhirnya, sang anak kebinggungan untuk mencari figur yang akan dijadikan tauladan, ujungnya mereka mencari tauladan diluar rumah, jika hidayah Allah berpihak padanya, tentu dirinya akan mendapatkan tauladan yang baik, tapi jika tidak tauladan rusak yang akan menjadi pegangannya.
Menjadi seorang ayah/bapak bagi anak-anak kita memang perkara yang mudah, cukup diri kita menikah, kemudian punya anak, maka sesorang secara otomatis telah menjadi ayah atau bapak. Tetapi, menjadi ayah yang mampu membimbing anak dan menjadi tauladan untuk taat pada Allah Swt., bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Jujur, kalau kita katakan bahwa fungsi orang tua saat ini banyak yang hanya memenuhi urusan makan dan materi semata pada anaknya.Dan lupa bahwa pendidkan akhlaq dan prilaku juga merupakan kebutuhan sang anak sebagaimana makan dan minum harian.
Untuk itu, agar anak kita baik dan tidak rusak, maka kuncinya hanya satu yakni jadlah kita orang tua yang bisa membimbing dan menjadi tauladan bagi anak-anak kita, niscaya kita akan berhasil menjadi orang tua yang sukses. Jika, kita ingin anak kita bisa membaca Al Qur’an, maka kita pun jangan malu untuk belajar. Jika kita ingin anak kita tekun sholat, maka kita pun jangan lupa untuk sholat. Jika kita menasehati anak kita untuk tidak merokok, maka sebaiknya kita memberikan contoh untuk tidak merokok dll.
Tauladan adalah kunci keberhasilan mendidik anak-anak kita. Tapi, jika kita temukan ada seorang anak yang baik akhlaqnya dan prilakunya tanpa adanya tauladan orang tua, yakinlah bahwa kebaikkan itu bukan bersumber dari orang tuanya dan jangan pernah mengatakan dirinya adalah orang tua yang sukses (Abu Muttatiar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s