Bersedekahlah Niscaya Engkau Sehat


Seperti dalam sabda Rasululloh Saw “Jika engkau ingin terpelihara kesehatanmu, maka perbanyaklah sedekah.” Bagi orang yang telah membuktikan nasihat Rosulullah Saw pasti sepenuhnya percaya bahwa sedekah membuat diri terpelihara, tidak hanya kesehatan tetapi juga keselamatan.

Berikut kisah yang menunjukkan hal tersebut, ada sebuah keluarga dengan tiga anak. Suaminya tergolong sukses dalam berusaha. Keluarga itu termasuk paling kaya di kampungnya. Bahkan bangunan rumahnya tampak paling menonjol dibandingkan tetangga kanan kirinya yang miskin. Tetapi apa yang terjadi dengan keluarga itu? ternyata keluarga tersebut kurang bahagia. Sebab sudah lima tahun ini istrinya tidak pernah sehat. Penyakitnya datang silih berganti. Sudah banyak dokter dan ahli pengobatan alternatif yang mencoba menyembuhkannya namun tidak ada perubahan. Kalaupun ada perubahan itupun hanya sebentar, lalu jatuh sakit lagi.

Suatu ketika suaminya menghadiri undangan walimahan tetangganya. Di acara tersebut kebetulan ada siraman rohani dari seorang ustadz,” Zakat dan sedekah dapat mendatangkan rezeki dan memelihara kesehatan. Karenannya marilah kita bersedekah agar mendapatkan rezeki barokah, jauh dari penyakit dan insya Alloh panjang umur.” demikian kata ustadz tersebut dalam ceramanhya.

Dalam hatinya,lelaki itu kurang begitu yakin terhadap apa yang dikatakan ustadz tadi. Sampai di rumah dia berdiskusi dengan istrimya. Sebab perkara zakat, dia tidak pernah lalai. Sedekahpun kadang-kadang dilakukannya namun tidak berdampak bagi kesehatan istrinya. Ada apa dengan sedekahku selama ini?

Rasa penasaran itu akhirnya dia tanyakan ke seorang ulama di kampungnya, sekaligus meminta nasihat dari persoalannya.Dihadapan ulama tadi ia mengeluhkan tentang penyakit istrinya yang tidak pernah sembuh benar. “Kami dicoba dengan penyakit yang menimpa istri saya.” ujarnya di depan ulama tadi. “Saya datang kemari minta nasihat dan jalan keluar apa yang seharusnya kami lakukan.”Sudah dibawa ke Dokter.?” tanya ulama itu. “Sudah berkali-kali Pak Haji.”

Setelah berpikir sejenak, ulama itu berkata,”Kalau boleh saya ingin ke rumahmu. Apakah anda tidak keberatan jika saya bertamu ke rumahmu?”

Lelaki itu merasa senang, bahkan saat itu juga ia mengajak ulama tadi ke rumahnya. Sesampai di rumahnya, sang ulama dapat menyimpulkan sementara bahwa dia adalah seorang yang kaya di desanya. Ulama tersebut kemudian berkata,”Jika istrimu ingin sembuh, bayarlah zakat dan sedekah!” Lelaki tersebut tersentak, dia kemudian berkata,“Saya tidak pernah lupa membayar zakat Pak Haji”. “Bagaimana dengan sedekahmu?””Kadang-kadang!” ujarnya pelan.

Mungkin ada yang tidak beres, demikian pikir ulama itu. Ia kemudian memberikan nasihat kepada lelaki itu agar membayar zakat dan sedekah dengan niat ikhlas, tidak ingin mendapat pujian dari orang lain. “Mulai sekarang gemarlah bersedekah. Santuni orang-orang miskin di sekelilingmu. Lakukan dengan ikhlas tanpa pamrih. Jangan minta pujian dari mereka. Pasanglah niat karena Alloh. Memberi zakat dan sedekah lebih utama kepada orang terdekat misalnya tetangga atau saudara-daudarau yang miskin!” demikian ulama itu memberikan saran.

Lelaki itu merasa terhujam dengan nasihat dari ulama ini. Dia yang merasa sudah hampir tidak yakin lagi dengan zakat dan sedekah yang selama ini dilakukannya menjadi termotivasi. Ada perasaan malu  pada diri sendiri dan tetangga-tetangganya. Semenjak saat itu lelaki tersebut memberikan sedekah kepada tetangganya dan saudara-saudaranya sendiri yang masih miskin. Barulah kemudian kepada yang orang yang lebih jauh.

Keajaiban itupun mulai djumpainya. Istrinya berangsur-angsur sembuh. Bahkan dalam beberapa bulan setelah itu, kesehatan istrinya normal seperti sebelum sakit. Ternyata zakat dan sedekah yang dilakukan selama ini tidak diniatkan dengan ikhlas karena Alloh SWT. Ketika keluarga tersebut mengeluarkan zakat dan sedekah selalu dengan tujuan untuk dipuji, juga diceritakan keada orang lain agar orang lain tahu bahwa dia telah melakukan perbuatan baik karena dia merasa keluarga yang paling kaya dan mampu di desanya. Akhirnya dengan kesembuhan istrinya lelaki itu menyadari bahwa dengan materi yang sama akan tetapi niat berbeda hasilnya akan berbeda. Subhanalloh… (sumber : http://www.donkissotes.blogspot.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s