SEBAB – SEBAB PUDARNYA HAFALAN QUR’AN SEORANG HAFIZHAH (Bagian Kedua)


B. Sudut Pandang Pendidikan Di Lembaga Tahfidz

Selain dari dalam diri hafidzah sendiri yang sangat berpotensi menjadi penyebab gagalnya menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’an hafidzah, barangkali sebab lainnya berasal dari lembaga tahfidz yang membina dan mengkader dia menjadi seorang hafidzah.

Implikasi dari penerapan sistem pendidikan yang diterapkan pada ma’had akan sangat mempengaruhi out put / hasil pendidikan. Manakala sistem yang diterapkan baik, maka hasilnya pun akan sangat baik, tapi jika sistem pendidikannya kurang baik, maka bisa dipastikan berpengaruh pada out put atau profil hafidzah yang hasilkan. Kalau pun sistem pendidikan yang buruk itu dipaksakan untuk menghasilkan atau melulusan hafidzah–hafidzah, pada hakekatnya hasil lulusan dari sistem pendidikan yang buruk ini pada akhirnya akan memunculkan “hafidzah prematur.”, maaf saya menggunakan istrilah “hafidzah prematur”.

Wajah dunia lembaga pendidikan yang kurang memperhatikan mutu pendidikan dan lebih mengutamakan bangunan fisik yang megah memiliki andil pula terhadap kegagalan seorang hafizhah dalam menjaga hafalan Al Qur’annya, maka seringkali ma’had yang lebih mengutamakan bangunan secara fisik kemegahan yang nampak tersebut seringkali menjadi indikator kegagalan sistem pendidikan yang ada, sehingga anda jangan heran kalau pada akhirnya nanti kita akan menemukan juga istilah “hafidzah instan” atau “hafidzah kebetulan”. Lalu apa yang menjadi sebab kegagalan hafidzah dalam menjaga hafalan Qur’an jika ditinjau dari sudut pandang lembaga tahfidz ?

1. Tidak punya visi, misi serta langkah – langkah pencapaian visi yang terarah dan berkelanjutan pada lembaga tahfidz tersebut.

2. Tidak punya pijakan dasar yang jelas dalam penerapan visi lembaga tahfidz

3. Konsep Pendidikan yang buruk yang tidak berorintasi masa depan.

4. Manajemen pendidikan yang diterapkan dalam lembaga tersebut tidak berjalan sehat sebagaimana umumnya lembaga pendidikan yang ada.

5. Lemahnya pendataan dan informasi bagi lembaga.

6. Tidak ada pengembangan pendidikan terutama dalam bidang hufadz Qur’an.

Lemahnya lembaga pengkader hafizhah, langsung ataupun tidak langsung akan memberikan pengaruh pada hafizhah dalam menjaga hafalan Al Qur’annya, khususnya setelah seorang hafizhah dituntut untuk hidup ditengah-tengah masyarakat sekitar.

C. Pengaruh Kehadiran Suami

Kehadiran pendamping hidup tidak semuanya menjadi mudah untuk kita jalani dan kita lakukan bahkan harapan dan cita – cita kita pun bisa lenyap tanpa kita sadari dan bisa jadi hidup kita semakin kurang bermakna.

Interaksi dengan pendamping hidup dalam hal ini suami, memang tidak semudah yang dibayangkan apalagi kita memiliki sejuta cita – cita dan harapan besar untuk kesuksesan masa depan. Maka kehadiran suami bagi seorang hafidzah selain sebuah tuntutan hidup juga merupakan kebutuhan untuk membantu menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’annya.

Maka komitmen awal sangat urgen bagi kelangsungan hafalan Qur’an seorang hafidzah, hal ini di karenakan banyak yang menjadikan sebab tidak mampunya seorang hafidzah menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’annya salah satunya dengan kehadiran suami. Adapun sebab–sebab yang membuat pudar hafalan Qur’an seorang hafidzah dari sudut pandang kehadiran suami antara lain :

1. Kesuksesan bisnis suami

Kesuksesan bisnis sang suami tidak selamanya membawa berita baik bagi seorang hafidzah, walaupun kesuksesan ini sangat membantu mengurangi beban–beban hidup yang harus dijalani dalam rumah tangga. Dengan kesuksesan bisnis suami ini secara otomatis akan mengurangi beban pikiran seorang hafidzah serta akan memudahkan baginya untuk menekuni, menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’annya.

Memang sangat ideal seorang hafidzah mendapatkan suami yang sukses, sehingga seorang hafidzah mampu konsentrasi penuh dalam menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’annya selain peran dia sebagai seorang istri, sepanjang kesuksesan itu tidak mempengaruhi usaha menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’an.

Tetapi pada kenyataannya kesuksesan suami terkadang menuntut adanya bantuan dari seorang istri untuk lebih mengembangkan bisnisnya agar bisnis sang suami semakin bersinar dengan berbagai peran yang mampu dijalani istri …entah sebagai bendahara, pengawas bisnis dan lain–lain. Maka dari sini hendaklah kita berhati – hati dengan kesuksesan bisnis suami, khususnya yang tidak ada hubungannya dengan dunia menjaga Al Qur’an

2. Padatnya aktivitas dakwah suami kalau sang suami seorang ustadz

Padatnya aktivitas dakwah suami terkadang berpotensi besar dalam mempengaruhi komitmen istri menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’an. Hal ini nampak nyata manakala kesibukkan dakwah suami sudah tidak ada ruang waktu lagi untuk membantu istri menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’an istrinya.

Contoh kecil yang bisa kita lihat barangkali pada saat mengulang hafalan Qur’an dengan para hafidzah lainnya terkadang perlu adanya dukungan dari sang suami, entah dengan mengantarkannya dulu atau memberi ijin untuk menghadiri sebelum sang suami menjalankan amanah dakwahnya.

Insya’Allah persoalan ini mudah di atasi bagi suami-istri karena masing – masing punya tugas suci nan mulia, tinggal bagaimana kita mendialogkannya pada pasangan kita serta bagaimana kiat kita mencari pemecahannya.

3. Ketidak mampuan ekonomi suami

Ketidak mampuan ekonomi suami sudah seringkali kita dengar dan tidak asing bagi kita lagi bahwa kesulitan ekonomi sangat mempengaruhi bahtera rumah tangga secara umum. Maka terjadinya kekacauan keluarga karena faktor ekonomi sudah menjadi pemandangan yang biasa kita jumpai saat ini, lebih – lebih masyarakat kita yang semakin terjebak dengan glamornya dunia.

Kesulitan ekonomi ini tidak hanya punya dampak bagi keluarga secara umum tetapi keluarga seorang hafidzah pun berpotensi besar terpengaruhi, yang berakibat pada pudarnya komitmen menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’an.

Karena pada kenyataannya seorang hafidzah yang komitmen menjaga hafalan Qur’an lebih banyak membutuhkan ketenangan berpikir sehingga mampu berkonsentrasi secara maksimal kearah usaha menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’annya. Maka kalau Allah SWT memberikan cobaan dengan berbagai kesulitan ekonomi kita harus bersabar dan yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan menyia – nyiakan hambaNya.

D. Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Masyarakat

Penyebab kegagalan yang lain yakni adanya pengaruh keluarga dan lingkungan masyarakat di mana seorang hafidzah tinggal. Faktor ini juga punya andil yang cukup penting bagi kelangsungan menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’an serorang hafidzah.

Tidak kita pungkiri bahwa keluarga yang kurang memahami urgensi dari menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’an terkadang dalam tindakan – tindakannya baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh buruk terhadap komitmen seorang hafidzah dalam menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’annya.

Begitu pula dengan kondisi masyarakatnya akan ikut andil juga dalam merubah komitmen kita, padahal kita sudah cukup kuat menanamkan azzam untuk terus menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’an.

3 pemikiran pada “SEBAB – SEBAB PUDARNYA HAFALAN QUR’AN SEORANG HAFIZHAH (Bagian Kedua)

  1. silaturrahmi semoga bawa berkah 🙂

  2. Sukron atas silaturahminya semoga hidup semakin berkas dengan Al Qur’an

  3. saya bukan seorg tahfidz, tapi saya lg dekat dengan hafidzah.. misal saya menikah dengannya apakah ada msalah yg berarti dalam rumah tangga.. sekarang kita sama sedang kuliah di masing” universitas… mohon jwabanya.. sukron…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s