Beranda » Renungan » Apa jadinya jika kentut aja harus membayar ……?

Apa jadinya jika kentut aja harus membayar ……?


Tidak ada istilah gratis…! Mungkin ungkapan ini sudah biasa kita dengar ditelinga kita, bahkan dibeberapa ruang lingkup masyarakat istilah tidak ada yang gratis dibuat dengan bahasa yang terkesan lucu dan semu njengkelkan kita yang membacanya, ambilah contoh disalah satu angkutan umum, kita temui istilah Naik Gratis, tapi Kalau Turun Mbayar,ungkapan ini kalau dibahasakan dengan bahasa yang lebih tegas TIDAK ADA YANG GRATIS….Bos…!

Memang gratis dinegeri kita ini seakan-akan menjadi barang yang amat langka kita dapatkan, kalaupun kita mendapatkan jatah ataupun sesuatu yang bersifat gratis, maka julukan atau sebutkan yang dialamatkan dipenerima pun senantiasa ditempelkan, misalnya beras gratis untuk si miskin, subsidi BBM gratis untuk rakyat miskin, kesehatan gratis untuk kaum pinggiran dll, sehingga mau tidak mau, suka ataupun tidak suka, pemberian tersebut juga diiringi dengan sebutan/Istilah yang barangkali sipenerima tidak menyukainya, tapi ya ….apa boleh buat karena memang sangat butuh, apapun lebelnya tidak ambil pusing. Dan lucunya, kita pun bangga menerima sesuatu yang bersifat gratisan dengan dilebeli si miskin, kaum marjinal dll.

Sungguh tragis memang melihat derita masyarakat negeri ini, sesuatu yang gratis saja orang harus bersusah payah untuk mendapatkannya, tidak perlu kita jauh-jauh memberi contoh, coba anda saksikan bagaimana pembagian jatah BLT (Bantuan Lansung Tunai) yang diberikan pihak pemerintah, yang baru saja digulirkan. Antrian untuk mendapatkan jatahpun berjupel, hanya untuk mendapatkan jatah, yang sebenarnya tidak seimbang dengan lonjakan harga akibat dinaikkannya BBM.  ya ….semua ini karena memang sesuatu yang bersifat gratis menjadi barang yang amat langka. Contoh lainnya barangkali kencing dan Buang Air Besar atau BAB pun kita harus mbayar, kalau anda tidak percaya coba lihat diterminal-terminal maupun stasiun yang ada dinegeri ini, urusan kecing dan BAB ternyata juga harus mengeluarkan koncek juga.

Walaupun banyak sector kehidupan kita yang harus mengeluarkan uang, tapi ada satu hal yang barangkali sampai detik ini masih gratis ..lho, mau tahu ? Yakni Kentut kita, sulit memang rasanya orang mau membuat aturan, tempat, maupun undang-undang yang mengatur soal kentut seseorang, karena selain tidak terlihat, kentut memiliki ciri khusus, yakni berbau dan sulit untuk dideteksi oleh siapapun, terlebih lebih lagi jika si pembuat kentut tidak mengakuinya. Sehingga siapapun dia,  entah tua maupun muda, cantik maupun jelek, sangat mungkin sekali kentut di jalan bahkan dikeramai sekalipun tanpa harus membayar dan terbebani dengan segala aturan yang dibuat manusia.

Terkadang saya berpikir, apa jadinya ya…jika kentut itu harus bayar juga ? Wah tentu untuk membuat undang-undang dan segala aturan yang berhubungan dengan kentut manusia akan sangat memakan biaya, tenaga dan waktu yang luarbiasa besarnya, misalnya tempat khusus kentut, deteksi alat canggih khusus kentut, tempat menampung kentut, uji laboratorium bagaimana perbedaan bau dan warnanya, antara kentut presiden dengan pemulung dan masih banyak lagi hal yang perlu disiapkan, jika memang kentut harus dikenai biaya.

Ketika menulis ini saya hanya bisa berkata Allahu Akbar, luar biasa kebesaran Allah Swt, semua yang diciptakanNya serba gratis dan  diperuntukkan untuk seluruh manusia, tanpa melihat status, golongan dll, tapi manusia berusaha dengan yang gratis dari Allah tersebut memanfaatkannya untuk memenuhi hajatnya dan kemudian menciptakan system dengan cara membayar pada orang lain, misalnya listrik, air, sinyal telekomunikasi dll. Tidak hanya itu manusia pun kemudian manusia menciptakan berbagai argumentasi untuk membenarkan tindakannya, bahwa memanfaatkan sesuatu yang asal mulanya dari Allah gratis dibenarkan dengan menarik bayaran pada manusia lainnya, dengan berbagai alasan untuk ongkos produksilah, untuk biaya operasional dll, sementara mereka lupa akan dirinya yang harus menghambakan pada Allah Swt, mereka lupa bahwa harta yang melimpah ada hak yang harus ditunaikannya, misalnya zakat dan memberikan bantuan pada sesama. Tapi justru kebanyakan manusia merasa sombong dengan apa yang telah dilakukannya.
Tidak salah memang menerapkan sistem membayar pada manusia lain, sebagai wujud muamalat di dunia, walaupun bermula dari memanfaatkan pemberian Allah secara gratis dari alam, asalkan manusia juga tidak lupa bahwa penghambaan hanya tetap ditujukan pada Allah dan tak lupa dengan hak-hak Allah yang harus ditunaikan dan dipenuhi sesuai dengan aturan Allah Swt.,
Wal hasil, banyak sarana di dunia ini yang asalnya dari Allah gratis, ternyata sampai kita bisa berubah keadaan dengan membayar. Sekalipun demikian, masih ada sesuatu yang telah Allah Swt ciptakan gratis. Dan sampai detik ini manusia belum bisa berbuat banyak untuk menerapkan system bayar bagi siapa saja yang kentut.(Abu muttatiar)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s