Berbenah Diri Untuk Penghafal Al Qur’an Oleh : Dr. Anas Ahmad Kurzun

Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjamin kemurnian Al-Qur`ân telah memudahkan umat ini untuk menghafal dan mempelajari kitab-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan para hamba-Nya agar membaca ayat-ayat-Nya, merenungi artinya, dan mengamalkan serta berpegang teguh dengan petunjuknya. Dia Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan hati para hamba yang shalih sebagai wadah untuk memelihara firman-Nya. Dada mereka seperti lembaran-lembaran yang menjaga ayat-ayat-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sebenarnya, Al-Qur`ân itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim …”[al-Ankabût/29:49].

Dahulu, para sahabat Radhiyallahu ‘anhum yang mulia dan Salafush-Shalih, mereka berlomba-lomba menghafal Al-Qur`ân, generasi demi generasi. Bersungguh-sungguh mendidik anak-anak mereka dalam naungan Al-Qur`ân, baik belajar maupun menghafal disertai dengan pemantapan ilmu tajwid, dan juga mentadabburi yang tersirat dalam Al-Qur`ân, (yaitu) berupa janji dan ancaman.

Berikut ini adalah nasihat yang disampaikan oleh Dr. Anas Ahmad Kurzun, diangkat dari risalah beliau Warattilil Qur’ana Tartila yakni menyangkut metode, sebagai bekal dalam meraih kemampuan untuk dapat menghafal Al-Qur`ân secara baik.

Karena, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah : Bahwasanya dahulu, para salaf mewasiatkan agar betul-betul memperbagus dan memperbaiki amalan (membaca dan menghafal Al-Qur`ân, Red.) Bukan hanya sekedar memperbanyak (membaca dan menghafalnya, Red.) karena amalan yang sedikit disertai dengan memperbagus dan memantapkannya, itu lebih utama daripada amalan yang banyak tanpa disertai dengan pemantapan. (Lihat Risalah Syarah Hadits Syadad bin Aus, karya Ibnu Rajab, hlm. 35).

Mudah-mudahan dengan kedatangan bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan ini, dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan perhatian kita kepada Al-Qur`ân, mempelajarinya, mentadabburi, memperbaiki bacaan, dan menghafalnya. (Redaksi). Baca lebih lanjut

2500 Penghafal Al-Qur’an di Gaza Dapat Penghargaan

Gaza - Perdana Menteri Palestina, Ismael Haneya memberikan penghargaan kepada para penghafal al-Quran di jalur Gaza sebasar seperempat juta dollar Amerika. setiap hafidz atau hafizah mendapat 100 dollar.

Haneya menegaskan tentang sikap pemerintah yang mendukung kamp-kamp penghafal Al-Qur’an hingga jumlah mereka terus bertambah dalam rangka mencapai kemenangan.

Acara ini diadakan lembaga Darul Qur’an dan Sunnah bekerja sama dengan jaringan informasi Al-Aqsha, Kamis malam ba’da Isya (4/9).

Dalam pidatonya Haneya berjanji akan mengkhususkan anggaran pemerintahnya untuk mendukung kamp-kamp Al-Qur’anul Karim yang telah berhasil menelorkan para hafidz dan hafidzah, walau dalam kondisi yang sangat mengkawatirkan. Haneya memuji rakyat yang tetap tegar menghadapi berbagai konspirasi dan tipu daya musuh-musuhnya yang berupaya menjauhkan rakyat Gaza dari aqidah islam dan ajaran agama mereka. Ia menegaskan, konspirasi mereka tidak akan pernah sukses.

Pemerintah Palestina merasa bangga telah mengeluarkan 2500 para penghafal al-Qur’an ditambah 1000 hafidz yang masih berada di bangku-bangku sekolah. Dengan demikian para hafiz dan hafizah yang dipunyai Palestina saat ini mencapai 3500 hufadz. Jumlah ini sangat membanggakan bagi pemerintah Palestina dan gerakan Hamas.

Di pihak lain, Direktur Darul Qur’an DR. Abdurrahman Jamal mengumumkan terbentuknya asosiasi para penghafal al-Qur’an yang akan membantu para penghafal lainya dalam memelihara al-Qur’an disamping terus meningkatkan kemampuan mereka. Ia meminta para dermawan untuk menyisihkan bantuannya terhadap program ini dalam program peningkatan para pemuda muslim dan masayarakat.

Di tempat lain, Syaikh Ali Badihdah dari Saudi Arabia, melalui video konferens dari Madinah Munawarah memuji keberhasilan Jalur Gaza dalam menelorkan para hafiz dan hafizah walau dalam kondisi konspirasi dan blokade internasional. Ia meminta para penghafal al-Qur’an tersebut agar memahami keagungan nikmat Allah pada mereka berupa hafal al-Qur’an. Ia menyerukan langkah ini terus dilanjutkan dan mendorong rakyat Gaza mendukung semua langkah yang telah ditempuh lembaga Darul Qur’an.(*ip/rizky/www.mitrafm.com)

Pakistan Lahirkan 100.000 huffadz (penghafal Al-Qur’an) dalam Setahun

Wednesday, 27 December 2006 ImageAlislamu.com – Data statistik terakhir Pakistan menyebutkan, pihaknya memiliki 7 juta huffadz(penghafal Al-Quran). Bila dihitung rata-rata, maka dalam setahun Pakistan melahirkan 100.000 para huffadz. Demikian dilansir situs Ya Satr.

“Pakistan adalah negara penghafal Al-Quran. Negara itu memiliki 12.000 sekolah agama sebagaian besar adalah sekolah untuk menghafalkan Al-Quran. Di samping itu, hampir di setiap masjid yang tersebar di penjuru negara juga memiliki lembaga untuk menghafal Al-Quran,” tulis situs.

Direktur Universitas Al-Qasmiyah Syekh Abdul Karim mengatakan, para penghafal Al-Quran ini memiliki peranan cukup besar dalam mengkhatamkan Al-Quran, utamanya dalam shalat tarawih pada bulan Ramadhan lalu. (sumber:alislamu.com)