Khoirotunhisan01’s Weblog

Posted by: khoirotunhisan01 on: November 14, 2009

Dicari takmir Masjid yang masih Produktif

Posted by: khoirotunhisan01 on: Oktober 23, 2009

Melihat fenomena pengelolaan masjid hari ini, seringkali dirasa sangatlah membosankan, dikatakan demikian pasalnya masjid saat ini dari tahun ke tahun cenderung tidak ada perubahan dalam pengelolaan masjidnya, kalaupun ada yang berubah biasanya hanya pada bangunan dan fasilitas semata, sedangkan dalam persoalan aktivitas cenderung nol besar, contohnya yakni pengelolaan remaja masjid, pengelolaan dana kas masjid dll, banyak yang berjalan asal jalan, tanpa memiliki Visi dan arah yang jelas, sehingga sepuluh tahun yang lalu dengan saat ini, mampir tidak ada perubahan. Maka wajar kalau banyak yang merasa bosan dengan fenomena masjid hari ini yang tidak mampu memberikan perubahan yang berarti pada ummat, bahkan kecenderungannya masjid saat ini banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan atau partai tertentu pada saat menjelang pemilu.

Pengelolaan masjid yang cenderung stagnan (alisan tidak ada perubahan yang mendasar) sebagaimana penjelasan diatas, merupakan fenomena yang perlu kita kaji bersama sebab musababnya. Sehingga dengan mengetahui sebab pangkalnya, akan memudahkan bagi kita untuk menata masjid dengan baik, salah satu factor yang sangat penting, yang membuat kebanyakkan masjid hari ini stagnan adalah tidak produktifnya takmir masjid saat ini, sedangkan ketidak produktifnya lebih banyak karena factor usia yang telah lanjut, sehingga tidak mampu lagi untuk bisa mengelola masjid dengan baik dan professional sebagai tuntutan menuju masjid abad 21 (walaupun produktivitas itu tidak mesti berhubungan dengan usia).

Anehnya, sekalipun sudah tidak produktif dan target keberhasilan sebagai seorang takmir telah nyata-nyata banyak gagalnya, masyarakat tetap saja mempertahankannya sebagai takmir masjid abadi, yang terkadang alasan untuk tetap mempertahankannya sebagai seorang takmir masjid atas dasar, bahwa takmir tersebut adalah perintis awal berdirinya masjid. Inilah fenomena yang banyak berkembang pada masjid kita hari ini, seorang takmir masjid bak ubahnya seorang raja yang tidak mungkin tergantinkan kecuali oleh penerusnya.

Bercermin pada fenomena ini, seharusnya masyarakat semakin dewasa dan cerdas, bahwa mempertahankan seorang takmir hanya karena dirinya sebagai perintis awal atas berdirinya masjid adalah alasan yang tidak cerdas dan terkesan kekanan-kakakan, mengapa..? Karena ummat saat ini sangat membutuhkan kehadiran dan kepedulian masjidnya, untuk itulah masjid yang memiliki visi ke depan sangat dinantikan kehadirannya oleh ummat sekitar masjid.

Sedangkan masjid yang memiliki Visi dan Misi ke depan hanya mampu dipegang oleh seorang takmir masjid yang masih produktif, produktifitas yang dimaksudkan disini tidak mesti harus dibatasi waktu -misalnya tahun 2012 diganti-, selama dirinya masih produktif dan mampu menghantarkan masjid pada kemajuaan (target pencapaian kemamjuan yang terukur), sebaiknya takmir masjid tersebut tetap dipertahankan, akan tetapi jika sudah tidak produktif sama sekali, ide dan gagasanya sudah tidak layak zaman, pendekatan pada pemuda masih amat kuno, tidak punya program kerja yang jelas, manajemennya asal jalan, seharusnya takmir masjid ini segera digantikan dan tidak perlu harus menunggu masa berakhirnya kepengurusan, mengapa ? Ingat, bahwa menjadi takmir masjid bukanlah jabatan, sehingga jika hari besoknya sudah dianggap tidak mampu dan layak, sebaiknya amanah segera diberikan pada yang lebih mampu dan bukannya menunggu masa jabatan berakhir-wah kayak pejabat aja- Maka hari ini masjid sangat mendambakan seorang takmir masjid yang masih produktif, karena produktifitas identik dengan kemajuan dan kemajuan dekat dengan prestasi.

Dari ulasan sebagaimana di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa saat ini masjid sangat membutuhkan  produktifnya takmir masjid saat ini,  sebab disatu sisi masjid dituntut untuk lebih banyak berperan pada ummat melalui program-program keummatan yang inovatif dan membangun, tapi disisi yang lain tenaga dan waktu yang dimiliki para Takmir masjid saat ini sudah tidak mampu lagi untuk meraihnya, pada akhirnya ummat tidak bisa merasakan kehadiran masjid dengan program-program yang berpihak pada ummat sekitar masjid, hal ini dikarenakan sudah tidak produktifnya takmir masjid.

Dan  lebih ironis lagi,  jika ada seorang Takmir masjid yang tidak mampu dan mau  menyadari kondisi dirinya (bahwa dirinya sudah tidak produktif lagi) dan tidak mampu melihat problematika ummat secara umum, sehingga dirinya berusaha untuk mempertahankan posisinya menjadi seorang takmir abadi, kalau sudah demikian yang terjadi pada akhirnya seorang takmir masjid, bak ubahnya seorang raja yang punya kekuasaan penuh.

Dari penjelasan diatas, memberikan pandangan pada kita bahwa seorang takmir masjid memiliki peranan yang penting untuk kemajuan ummat, selain itu menjadi seorang takmir masjid adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah dan bukanlah  jabatan, maka jika takmir masjid sudah tidak produktif tentu akan berimplikasi pada baik tidaknya ummat disekitar masjid. Untuk itu, kehadiran takmir masjid yang produktif sudah sepantasnya untuk kita cari, sehingga masjid kita saat ini akan mampu memberikan solusi bagi problematika ummat, baik untuk  hari ini maupun yang akan datang.

Sebagai penutup saya ucapkan selamat bagi ada para jama’ah masjid, yang telah memiliki seorang Takmir masjid yang masih produktif, sudah selayaknya anda perlu bersyukur, karena dengan adanya takmir masjid yang masih produktif,  ummat tentu akan banyak merasakan manfaatnya. Dan tak lupa potensi diri anda dan jama’ah masjid bisa dimaksimalkan untuk memperbaiki ummat, disamping itu adanya seorang takmir masjid yang masih produktif hari ini sangat langka kita temukan di tengah masyarakat.

Sedangkan bagi anda para jama’ah masjid yang belum memiliki Takmir masjid yang masih produktif, sebaiknya anda sepertinya perlu bersabar dengan tetap memberikan masukkan, kritik dan saran yang membangun, sampai tiba waktunya yang produktif akan muncul dan menemukan keberhasilannya, sedangkan yang sudah tidak produktif akan tersingkir, …….mari kita tunggu bersama saat tiba waktunya, Oke !! …  (Sumber :khoirotunhisan.org)

MELURUSKAN Pengelolaan Infaq/Kas Masjid hari ini

Posted by: khoirotunhisan01 on: September 3, 2009

Tema di atas  sengaja saya angkat untuk menindaklanjuti dari tema-tema sebelumya, khususnya tema yang terkait dengan pengelolaan kas masjid pada buletin sebelumya, yakni yang membahas “Kemana Infaq jum’atan anda selama ini disalurkan/dimanfaatkan” pada tema tersebut di atas penulis banyak mendapatkan masukkan, baik secara langsung, melalui email maupun situs, bahwa ternyata masih ada saja takmir/pengurus masjid yang tetap bertahan untuk menyimpan dana kas masjidnya dan tidak segera menyalurkannya untuk ummat yang membutuhkan, takmir/pengurus tadi berdalil bahwa kas masjid untuk persediaan/cadangan dana kalau sewaktu-waktu dibutuhkan.

Pembaca yang budiman, walaupun alasan takmir/pengurus masjid ini tidak realistis dan wajar (karena jumlahnya terlalu banyak untuk ukuran candangan kas masjid) saya bisa memahami mengapa takmir/pengurus masjid ini memiliki pemahaman demikian. Pemahaman ini ternyata banyak dipegang oleh para takmir/pengurus masjid hari ini, sehingga untuk menjadikan dana kas masjid agar benar-benar optimal dan manfaat untuk ummat, sepertinya membutuhkan “keajaiban”.Untuk itu, jika pemahaman sebagaimana takmir/pengurus masjid di atas masih ada, saya amat yakin ummat kurang mendapatlan manfaat dan perhatian yang serius dari masjidnya, terlebih lagi untuk mewujudkan pengelolaan infaq /kas masjid yang baik, rasanya sangat mustahil untuk direalisasikan. Baca entri selengkapnya »

Sebelum membahas tema diatas perlu saya sampaikan atas respon dari masyarakat tentang berbagai tulisan dalam buletin ini sebelumnya, yakni yang berhubungan dengan masjid, antara lain tema “Dicari Takmir masjid yang memiliki Visi dan Misi Pemberdayaan Ummat”, “Kemana Infaq juma’atan anda selama ini disalurkan/dimanfaatkan” dan masih banyak tulisan lainnya yang segera hadir dihadapan pembaca sekalian, baik yang saya muat di situs maupun buletin kita tercinta, Insya Allah. Baca entri selengkapnya »

Kemana Infaq Jum’atan anda selama ini disalurkan/dimanfaatkan…??

Posted by: khoirotunhisan01 on: Juni 9, 2009

“Mari sedikit kritis terhadap apa yang terjadi dengan masjid kita saat ini…..” ini barangkali ungkapan awal yang mesti saya sampaikan sebelum membahas lebih detail tema di atas.

Hari ini mayoritas ummat telah kehilangan kekritisannya, karena sikap kritis ummat ini seakan-akan telah menjadi barang langka, termasuk mengkritisi tentang apa yang ada di dalam rutinitas masjid kita hari ini, kelangkaan ini tak lain karena Pertama, Kebanyakan kita enggan atau merasa tidak nyaman melakukan sikap kritis, terlebih lagi terkait dengan masjid. Kedua, Kebanyakkan para takmir/pengurus masjid masih banyak yang beranggapan bahwa sikap kritis ini sebagai upaya untuk merusak jalinan ukhuwah masjid dan tatanan yang telah berjalan, maka jangan heran kalau jika ada yang bersikap kritis akan cenderung di “bunuh karakternya” dan jika perlu tidak boleh aktif dalam kegiatan masjid kecuali hanya sebatas sholat semata.

Hilangnya sikap kritis kaum muslimin saat ini terhadap masjidnya bukan tanpa akibat, banyak hal yang terjadi dimasjid kita yang masih perlu untuk dikritisi dan sekaligus diperbaiki, salah satunya yakni pemanfaaran/ penyaluran Infaq Jum’atan masjid yang barangkali kita selama ini berinfaq disetiap jum’at. Yang jadi pertanyaan adalah pernahkan selama ini anda berpikir tentang pemanfaatan dan penyaluran Infaq jum’atan anda selama ini ??? Atas pertanyaan ini, saya bisa memastikan bahwa kita kebanyakan tidak memikirkannya, entah karena kurang kritis atau memang kita tidak peduli terhadap apa yang terjadi di masjid kita saat ini. Baca entri selengkapnya »

B. Sudut Pandang Pendidikan Di Lembaga Tahfidz

Selain dari dalam diri hafidzah sendiri yang sangat berpotensi menjadi penyebab gagalnya menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’an hafidzah, barangkali sebab lainnya berasal dari lembaga tahfidz yang membina dan mengkader dia menjadi seorang hafidzah.

Implikasi dari penerapan sistem pendidikan yang diterapkan pada ma’had akan sangat mempengaruhi out put / hasil pendidikan. Manakala sistem yang diterapkan baik, maka hasilnya pun akan sangat baik, tapi jika sistem pendidikannya kurang baik, maka bisa dipastikan berpengaruh pada out put atau profil hafidzah yang hasilkan. Kalau pun sistem pendidikan yang buruk itu dipaksakan untuk menghasilkan atau melulusan hafidzah–hafidzah, pada hakekatnya hasil lulusan dari sistem pendidikan yang buruk ini pada akhirnya akan memunculkan “hafidzah prematur.”, maaf saya menggunakan istrilah “hafidzah prematur”.

Wajah dunia lembaga pendidikan yang kurang memperhatikan mutu pendidikan dan lebih mengutamakan bangunan fisik yang megah memiliki andil pula terhadap kegagalan seorang hafizhah dalam menjaga hafalan Al Qur’annya, maka seringkali ma’had yang lebih mengutamakan bangunan secara fisik kemegahan yang nampak tersebut seringkali menjadi indikator kegagalan sistem pendidikan yang ada, sehingga anda jangan heran kalau pada akhirnya nanti kita akan menemukan juga istilah “hafidzah instan” atau “hafidzah kebetulan”. Lalu apa yang menjadi sebab kegagalan hafidzah dalam menjaga hafalan Qur’an jika ditinjau dari sudut pandang lembaga tahfidz ? Baca entri selengkapnya »

Oleh :

Ustadzah Romlah Naila Hafazhah Fillah

Hukum sebab dan akibat merupakan bagian siklus yang harus dijalani dalam kehidupan manusia, setiap kita tidak akan mungkin lepas dari kaidah ini. Jika kita jumpai akibat disitu pasti kita dapatkan pula sebab yang menimbulkannya, begitu pula manakala ada aksi pasti akan diiringi pula dengan adanya reaksi. Ketentuan-ketentuan tersebut memang sudah digariskan oleh Sang Pencipta Alam semesta yakni Allah SWT, bahwa kehidupan dunia yang fana ini akan kita jumpai dua hal yang bertolak belakang, tetapi pada hakekatnya antara keduanya saling melengkapi dan saling terkait satu sama lainnya. Misalnya, Allah SWT menciptakan malam tetapi juga mengadakan siang, ada laki – laki ada pula wanita, ada baik dan ada pula yang buruk dan sebagainya.

Maka hukum sebab-akibat dari perjalanan hidup manusia ini sudah menjadi bagian yang tak mungkin lepas dari rutinitasnya sebagai manusia. Tinggal bagaimana hukum tersebut kita sikapi secara benar sebagaimana ketentuan syari’at. Mengapa harus kita sikapi secara benar dan tepat sesuai dengan ketentuan syarii’at ? Persoalannya hukum sebab-akibat ini berlaku tidak hanya persoalan yang membawa manfaat semata, tapi juga persoalan yang membawa kemadlorotan yang banyak pun terkait erat. Dari sinilah pemahaman tentang takdir secara benar kepada Allah SWT menjadi sangat urgen bagi manusia, mengingat tidak setiap perbuatan atau pun amal kita lepas dari takdir Allah SWT. Baca entri selengkapnya »

Dicari seorang takmir Masjid yang masih Produktif …

Posted by: khoirotunhisan01 on: Maret 24, 2009

KH06

KH06

Melihat fenomena pengelolaan masjid hari ini, seringkali kita rasakan sangatlah membosankan, kita katakan demikian pasalnya masjid saat ini dari tahun ke tahun cenderung tidak ada perubahan sama sekali dalam pengeloaan masjidnya, ambilah contoh, yakni pengelolaan remaja masjidnya, pengelolaan dana kas masjid dll, banyak yang berjalan asal jalan saja, tanpa memiliki Visi dan arah yang jelas, sehingga sepuluh tahun yang lalu dengan saat ini, bisa saya katakan sama saja. Maka wajar kalau kita merasa bosan dengan fenomena masjid hari ini yang tidak mampu memberikan perubahan yang berarti pada ummat, bahkan kecenderungannya masjid saat ini banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan atau partai tertentu. Baca entri selengkapnya »

MENDENGARKAN AL QURAN DAPAT MENINGKATKAN KECERDASAN BALITA ANDA

Posted by: khoirotunhisan01 on: Maret 23, 2009

Ternyata Al-Qur’an dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakni ketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan dekat mereka. Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Qur’an dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu. Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkan reaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang. Penulis pun mempunyai seorang keponakan yang lahir tahun 2002. Entah ada kaitan dengan dengan argumentasi di atas, yang jelas sebelum umurnya satu tahun, ia sering baru bisa tidur bila di sampingnya diperdengarkan suara orang mengaji melalui tape recorder.

quran

Seperti diketahui, dengan mendengarkan musik, detak jantung bayi menjadi teratur. Malah untuk orang dewasa akan menimbulkan rasa cinta. Hanya arahnya tidak tentu. Sedangkan Al-Qur’an, selain itu, sekaligus menimbulkan rasa cinta kepada Tuhan Maha Pencipta. Jadi, bila bacaan Al-Qur’an diperdengarkan kepada bayi, akan merupakan bekal bagi masa depannya sebagai Muslim, dunia maupun akhirat.

Dalam musik terkandung komposisi not balok secara kompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiri dan otak kanan, yang output-nya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi. Ternyata Al-Qur’an pun demikian, malah lebih baik. Ketika diperdengarkan dengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al-Qur’an mampu merangsang syaraf-syaraf otak pada anak. Baca entri selengkapnya »

Menjadi Hafizhah (Penghafal Al Qur’an) Cita-cita yang terlupa

Posted by: khoirotunhisan01 on: Maret 21, 2009

Menjadi seorang hafizhah memang tidaklah mudah, semua itu harus berawal dari kesadaran yang tinggi, tanpa kesadaran yang tinggi sepertinya mustahil untuk bisa menjadi seorang hafizhah. Mengapa kesadaran sangat diperlukan ? Baca entri selengkapnya »

 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Tag

Blog Stats

  • 5,397 hits

Flickr Photos

A light breakfast

When the gusts came around to blow me down, I held on as tightly as you held on to me.

Torrie James

More Photos

Pengumuman

Galery Wisuda Program Tahsin & Tahfizh (Tanpa Mondok)

Acara Training for Trainer

Salah satu peserta PSL (Praktek Studi Lapangan) sedang mengajukan pertanyaan