Khoirotunhisan01’s Weblog

PEDULI TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN

Posted by: khoirotunhisan01 on: Februari 5, 2010

Hidup segan mati pun tak mau, mungkin inilah gambaran nyata dari perjalanan Taman Pendidikan Al Qur’an di masjid kita saat ini. TPA/TPQ yang merupakan benteng pengkaderan generasi Islam masa depan  (yang telah teruji sekian tahun dalam memberikan pengajaran Al Quran), perlahan namun pasti telah memasuki masa kepunahan, kalau tidak dikatakan punah, paling tidak keberadaannya pun antara ada dan tiada.

Jika kita menyaksikan perjalanan TPA/TPQ ini hari ini, mungkin anda hanya bisa prihatin dan meratapi nasib, bagaimana tidak? Dari sisi pengajarnya tidak punya kualitas dan hanya bermodalkan keikhlasan, kalau diberi subsidi yang pantas (sebagai bentuk penghormatan pada para pengajar Al Quran) dikritisi habis-habisan, manajemen TPA/TPQ amburadul, jumlah santri/wati hampir satu kampung, sedangkan pengajarnya hanya segelitir orang saja, miskin dana (sebab pengurus masjid sangat pelit mengelurkan dana untuk TPA/TPQ) dan lain sebagiannya. Walhasil, tidak ada yang bisa membuat kita bangga dari perjalanan TPA/TPQ saat ini. Bagaimana kita akan bangga, kalau hampir seluruh perangkat pembelajaran di TPA/TPQ masih compang-camping alias amburadul ? Inilah kenyataan TPA/TPQ di masjid kita hari ini, kalau pun ada TPA/TPQ yang masih bisa berjalan, berjalannya pun antara hidup dan mati, sedangkan  TPA/TPQ yang mati dan tinggal nama, tak terhitung jumlahnya.

Mungkin kita bertanya, mengapa TPA/TPQ masjid tidak terurus dengan baik, bahkan mati ? Padahal, namanya dana masjid sangat melimpah, belum lagi jika dibandingkan bagaimana semangatnya kita merayakan hari raya, menyambut Ramadhan, memberikan berbagai santunan,  pembagian sembako dll,kita begitu ringannya mengeluarkan infaq, kita begitu peduli, ide dan gagasan kita begitu cemerlang, bahkan kita rela menyambutnya dengan sangat antusias dan meriah, tapi jika kita dihadapkan dengan persoalan TPA/TPQ, seakan-akan potensi kita mati, dana kita susah keluar, pembahasan tentang TPA/TPQ tidak pernah membuahkan hasil dan kemanjuan, mengapa ?Jawabannya hanya satu TIDAK PEDULI.

Membangun kepedulian terhadap TPA/TPQ memang tidaklah mudah. Maka wajar jika dilapangan kita jumpai amat sedikit sekali pengurus masjid hari ini yang peduli terhadap TPA/TPQ. Untuk itu, jika kepedulian itu ada, saya amat yakin TPA/TPQ tidak akan amburadul atau bahkan mati, sebab TPA/TPQ adalah satu-satunya wadah pengajaran Al Qur’an untuk anak-anak, yang orang tuanya tidak mampu mendatangkan pengajar Al Quran. TPA/TPQ adalah harapan satu-satunya orang tua yang tidak mampu mengajarkan sendiri Al Qur’an, sedangkan dirinya pun tak mampu pula menyekolahkan anaknya di pondok atau sekolah Full day school. Harapannya para orang tua yang minim ilmu dan dana, hanya pada TPA/TPQ.

Melihat kenyataan di atas  seharusnya TPA/TPQ menjadi program unggulan masjid hari ini, tidak malah menjadi anak tiri di masjidnya sendiri. Tidak ada yang paling utama, yang pantas dilakukan masjid kecuali membina generasi Islam, baik tingkat dasar maupun menengah, sedangkan aktivitas lainnya seharusnya bersifat penunjang/tambahan semata.

TPA/TPQ butuh kepedulian dan pengorbanan kita, sebab membina generasi tidak cukup hanya hitungan hari atau bulan semata, tapi membutuhkan waktu yang lama, yang berselimutkan kesabaran dan keistiqomahan.

TPA/TPQ, siapa yang peduli denganmu ? Inilah barangkali jeritan TPA/TPQ hari ini, jeritan puluhan bahkan ratusan anak yang mengharap pada kita untuk dibekali Al Qur’an. Jeritan anak yang menangis untuk bisa ikut TPA/TPQ. Tapi, jeritan dan tangisan itu pun kini hanya tinggal kenangan, sebab banyak masjid hari ini yang tak berdaya jika dihadapkan dengan persoalan TPA/TPQ, banyak pengurus masjid hari ini yang tertidur pulas tak peduli dengan TPA/TPQ, banyak pengurus masjid saat ini, yang buta akan nasib TPA/TPQ. Malah justru, pengurus masjid saat ini, lebih peduli dengan membangun/menghias masjid semata, menambah sarana dan prasarana masjid, membuat kegiatan yang glamor, yang menghabiskan dana jutaan rupiah. Tapi kebanyakkan mereka tidak peduli dengan TPA/TPQ.

Seharusnya pengurus masjid malu, jika TPA/TPQ saja tidak berjalan dengan baik/mati. Karena TPA/TPQ adalah inti kegiatan masjid, tanpa generasi yang pandai membaca Al Qur’an, jangan harap masjid akan menemukan kemakmuran dan kemajuannya. Dan perlu kita sadari, tidak ada ucapan yang terbanyak dalam masjid, kecuali Al Qur’an. Mari kita sama-sama peduli terhadap TPA/TPQ, kalau tidak kita…lalu siapa lagi…..

UNIT USAHA BAITUL MAAL (BM) TPA/TPQ Plus SIDODADI

Posted by: khoirotunhisan01 on: Desember 30, 2009

UNIT USAHA MILIK BAITUL MAAL TPA/TPQ Plus SIDODADI

Macam Produk kami :
1. Produk Tibbunnabawi
Meliputi : Madu, Sari Kuma, Habassauda, Minyak Zaitun, dll
2. Produk Herbal
3. Sedia Alat-alat Bekam
4. Layanan Bekam Titik Sunnah
5. Pelatihan Tibbunnabawi secara Gratis
6. Busana & Perlengkapan Muslim/ah
7. Buku-buku Islam, Kitab dan CD Islam dll

Alamat :

BURSA PRODUK ISLAM “BAITUL INABAH”

Butulan Rt 03/ 23 Makamhaji, Kartosura Telp. 217 1893

MENGENAL BAITUL MAAL (BM)

Posted by: khoirotunhisan01 on: Desember 30, 2009

BAITUL MAAL (BM)

TAMAN PENDIDIKAN AL QURAN Plus SIDODADI

“Peduli Membangun Ummat”


Baitul Maal (BM) TPA/TPQ Plus SIDODADI atau yang disingkat dengan nama Baitul Maal SIDODADI adalah lembaga nirlaba yang dibentuk oleh Pemuda/i Islam SIDODADI yang bekerjasama dengan Khoirotunhisan Center. Baitul Maal SIDODADI ini merupakan lembaga Amil Zakat yang  bergerak membangun kesadaran ummat untuk saling berbagi antar sesama, melalui penggalangan dan penyaluran dana.

Sebagai salah satu lembaga Nirlaba, diharapankan Baitul Maal SIDODADI mampu memberikan kontribusi secara riel kepada masyarakat serta mampu memberikan bantuan untuk saling berbagi terhadap musibah atau penderitaan sesama.  Sebagai lembaga yang baru tumbuh ditengah-tengah ummat, BaituL Maal SIDODADI mencoba memberikan yang terbaik bagi ummat dengan berbagai program, antara lain, beasiswa, penggalangan Infaq, shodaqoh dan zakat serta wakaf, santunan pendidikan, pemberdayaan anak yatim dan kurang mampu, training ketrampilan dll.

Semoga kehadiran Baitul Maal SIDODADI mampu memberikan yang terbaik pada ummat khususnya kampung SIDODADI dan sekitarnya.

VISI :

“Menggalang dan menyalurkan potensi Infaq, Shodaqoh dan Zakat Ummat secara amanah dan profesional menuju kemajuan, kemandirian serta kemakmuran bersama yang diridloi Allah Swt.,”

MISI :

1. Menggalang potensi dana infaq, Shodaqoh, Zakat dan Wakaf ummat

2. Menyalurkan dana kepada yang berhak menerima

3. Membangun kesadaran ummat untuk saling berbagi terhadap sesama

SASARAN :

Masyarakat kampung SIDODADI dan sekitarnya


MENGENAL SEKILAS

Posted by: khoirotunhisan01 on: Desember 30, 2009

TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN Plus

SIDODADI

“Membentuk Pola Pikir, Sikap, Tindakan dan Kecerdasan Anak

melalui Membaca dan Menghafal Al Qur’an”

Para Santri/wati Taman Pendidikan Al Qur'an Plus SIDODADI sedang mejeng......

Taman Pendidikan Al Qur’an Plus SIDODADI atau yang disingkat dengan TPA/TPQ Plus SIDODADI adalah lembaga yang berorientasi untuk memberikan pengajaran Al Qur’an pada kalangan anak-anak, khususnya dalam hal membaca dan menghafal Al Qur’an. Taman Pendidikan Al Qur’an Plus SIDODADI ini adalah lembaga yang berada dibawah binaan Khoirotun hisan dan Pemuda Islam SIDODADI. Sebagai salah satu wadah pengajaran Al Qur’an yang ada ditengah-tengah masyarakat, Taman Pendidikan Al Qur’an Plus SIDODADI ini memiliki peran yang sangat penting, baik dalam hal memberikan pengajaran membaca dan menghafal Al Qur’an maupun menanamkan moral yang baik dan Islami  pada anak-anak.

Berangkat dari motivasi di atas, Pengurus Khoirotuan hisan Center yang bekerjasama dengan Muda-Mudi Islam SIDODADI serta berbagai yang lembaga yang peduli dengan pengajaran Al Qur-an menyelenggarakan Taman Pendidikan Al Qur’an Plus SIDODADI.

Sekilas konsep Taman Pendidikan Al Qur’an Plus SIDODADI ini tidak jauh berbeda dengan TPA/TPQ yang saat ini ada, hanya saja metode pengajaran, pengelolaan dan kualitas para tenaga pengajar saja yang berbeda, selain itu pada Taman Pendidikan Al Qur’an Plus SIDODADI ini output atau lulusannya akan memiliki tolak ukur yang jelas dan memiliki kemampuan di atas rata-rata anak-anak TPA/TPQ yang ada saat ini.

Semoga kehadiran Taman Pendidikan Al Qur’an Plus SIDODADI ini mampu memberikan pencerahan dan perbaikan bagi perkembangan TPA/TPQ saat ini, Amiin

TUJUAN

  1. Melahirkan generasi Islam masa depan cinta Al Qur’an
  2. Memberikan bimbingan membaca Al Qur’an yang baik dan benar sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Saw.,
  3. Menanamkan akhlaq, moral dan mental yang baik pada anak
  4. Para peserta didik di TPA/TPQ memiliki hafalan Al Qur’an yang sudah diujikan dihadapan seorang pembimbing Tahfizhul Qur’an
  5. Memberikan pendampingan belajar bagi para santri/wati TPA/TPQ agar memiliki prestasi di sekolahannya masing-masing (jangka panjang/sampai sistem manajemen siap)

Baca entri selengkapnya »

Posted by: khoirotunhisan01 on: November 14, 2009

Dicari takmir Masjid yang masih Produktif

Posted by: khoirotunhisan01 on: Oktober 23, 2009

Melihat fenomena pengelolaan masjid hari ini, seringkali dirasa sangatlah membosankan, dikatakan demikian pasalnya masjid saat ini dari tahun ke tahun cenderung tidak ada perubahan dalam pengelolaan masjidnya, kalaupun ada yang berubah biasanya hanya pada bangunan dan fasilitas semata, sedangkan dalam persoalan aktivitas cenderung nol besar, contohnya yakni pengelolaan remaja masjid, pengelolaan dana kas masjid dll, banyak yang berjalan asal jalan, tanpa memiliki Visi dan arah yang jelas, sehingga sepuluh tahun yang lalu dengan saat ini, mampir tidak ada perubahan. Maka wajar kalau banyak yang merasa bosan dengan fenomena masjid hari ini yang tidak mampu memberikan perubahan yang berarti pada ummat, bahkan kecenderungannya masjid saat ini banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan atau partai tertentu pada saat menjelang pemilu.

Pengelolaan masjid yang cenderung stagnan (alisan tidak ada perubahan yang mendasar) sebagaimana penjelasan diatas, merupakan fenomena yang perlu kita kaji bersama sebab musababnya. Sehingga dengan mengetahui sebab pangkalnya, akan memudahkan bagi kita untuk menata masjid dengan baik, salah satu factor yang sangat penting, yang membuat kebanyakkan masjid hari ini stagnan adalah tidak produktifnya takmir masjid saat ini, sedangkan ketidak produktifnya lebih banyak karena factor usia yang telah lanjut, sehingga tidak mampu lagi untuk bisa mengelola masjid dengan baik dan professional sebagai tuntutan menuju masjid abad 21 (walaupun produktivitas itu tidak mesti berhubungan dengan usia).

Anehnya, sekalipun sudah tidak produktif dan target keberhasilan sebagai seorang takmir telah nyata-nyata banyak gagalnya, masyarakat tetap saja mempertahankannya sebagai takmir masjid abadi, yang terkadang alasan untuk tetap mempertahankannya sebagai seorang takmir masjid atas dasar, bahwa takmir tersebut adalah perintis awal berdirinya masjid. Inilah fenomena yang banyak berkembang pada masjid kita hari ini, seorang takmir masjid bak ubahnya seorang raja yang tidak mungkin tergantinkan kecuali oleh penerusnya.

Baca entri selengkapnya »

MELURUSKAN Pengelolaan Infaq/Kas Masjid hari ini

Posted by: khoirotunhisan01 on: September 3, 2009

Tema di atas  sengaja saya angkat untuk menindaklanjuti dari tema-tema sebelumya, khususnya tema yang terkait dengan pengelolaan kas masjid pada buletin sebelumya, yakni yang membahas “Kemana Infaq jum’atan anda selama ini disalurkan/dimanfaatkan” pada tema tersebut di atas penulis banyak mendapatkan masukkan, baik secara langsung, melalui email maupun situs, bahwa ternyata masih ada saja takmir/pengurus masjid yang tetap bertahan untuk menyimpan dana kas masjidnya dan tidak segera menyalurkannya untuk ummat yang membutuhkan, takmir/pengurus tadi berdalil bahwa kas masjid untuk persediaan/cadangan dana kalau sewaktu-waktu dibutuhkan.

Pembaca yang budiman, walaupun alasan takmir/pengurus masjid ini tidak realistis dan wajar (karena jumlahnya terlalu banyak untuk ukuran candangan kas masjid) saya bisa memahami mengapa takmir/pengurus masjid ini memiliki pemahaman demikian. Pemahaman ini ternyata banyak dipegang oleh para takmir/pengurus masjid hari ini, sehingga untuk menjadikan dana kas masjid agar benar-benar optimal dan manfaat untuk ummat, sepertinya membutuhkan “keajaiban”.Untuk itu, jika pemahaman sebagaimana takmir/pengurus masjid di atas masih ada, saya amat yakin ummat kurang mendapatlan manfaat dan perhatian yang serius dari masjidnya, terlebih lagi untuk mewujudkan pengelolaan infaq /kas masjid yang baik, rasanya sangat mustahil untuk direalisasikan. Baca entri selengkapnya »

Sebelum membahas tema diatas perlu saya sampaikan atas respon dari masyarakat tentang berbagai tulisan dalam buletin ini sebelumnya, yakni yang berhubungan dengan masjid, antara lain tema “Dicari Takmir masjid yang memiliki Visi dan Misi Pemberdayaan Ummat”, “Kemana Infaq juma’atan anda selama ini disalurkan/dimanfaatkan” dan masih banyak tulisan lainnya yang segera hadir dihadapan pembaca sekalian, baik yang saya muat di situs maupun buletin kita tercinta, Insya Allah. Baca entri selengkapnya »

Kemana Infaq Jum’atan anda selama ini disalurkan/dimanfaatkan…??

Posted by: khoirotunhisan01 on: Juni 9, 2009

“Mari sedikit kritis terhadap apa yang terjadi dengan masjid kita saat ini…..” ini barangkali ungkapan awal yang mesti saya sampaikan sebelum membahas lebih detail tema di atas.

Hari ini mayoritas ummat telah kehilangan kekritisannya, karena sikap kritis ummat ini seakan-akan telah menjadi barang langka, termasuk mengkritisi tentang apa yang ada di dalam rutinitas masjid kita hari ini, kelangkaan ini tak lain karena Pertama, Kebanyakan kita enggan atau merasa tidak nyaman melakukan sikap kritis, terlebih lagi terkait dengan masjid. Kedua, Kebanyakkan para takmir/pengurus masjid masih banyak yang beranggapan bahwa sikap kritis ini sebagai upaya untuk merusak jalinan ukhuwah masjid dan tatanan yang telah berjalan, maka jangan heran kalau jika ada yang bersikap kritis akan cenderung di “bunuh karakternya” dan jika perlu tidak boleh aktif dalam kegiatan masjid kecuali hanya sebatas sholat semata.

Hilangnya sikap kritis kaum muslimin saat ini terhadap masjidnya bukan tanpa akibat, banyak hal yang terjadi dimasjid kita yang masih perlu untuk dikritisi dan sekaligus diperbaiki, salah satunya yakni pemanfaaran/ penyaluran Infaq Jum’atan masjid yang barangkali kita selama ini berinfaq disetiap jum’at. Yang jadi pertanyaan adalah pernahkan selama ini anda berpikir tentang pemanfaatan dan penyaluran Infaq jum’atan anda selama ini ??? Atas pertanyaan ini, saya bisa memastikan bahwa kita kebanyakan tidak memikirkannya, entah karena kurang kritis atau memang kita tidak peduli terhadap apa yang terjadi di masjid kita saat ini. Baca entri selengkapnya »

B. Sudut Pandang Pendidikan Di Lembaga Tahfidz

Selain dari dalam diri hafidzah sendiri yang sangat berpotensi menjadi penyebab gagalnya menjaga dan mempertahankan hafalan Qur’an hafidzah, barangkali sebab lainnya berasal dari lembaga tahfidz yang membina dan mengkader dia menjadi seorang hafidzah.

Implikasi dari penerapan sistem pendidikan yang diterapkan pada ma’had akan sangat mempengaruhi out put / hasil pendidikan. Manakala sistem yang diterapkan baik, maka hasilnya pun akan sangat baik, tapi jika sistem pendidikannya kurang baik, maka bisa dipastikan berpengaruh pada out put atau profil hafidzah yang hasilkan. Kalau pun sistem pendidikan yang buruk itu dipaksakan untuk menghasilkan atau melulusan hafidzah–hafidzah, pada hakekatnya hasil lulusan dari sistem pendidikan yang buruk ini pada akhirnya akan memunculkan “hafidzah prematur.”, maaf saya menggunakan istrilah “hafidzah prematur”.

Wajah dunia lembaga pendidikan yang kurang memperhatikan mutu pendidikan dan lebih mengutamakan bangunan fisik yang megah memiliki andil pula terhadap kegagalan seorang hafizhah dalam menjaga hafalan Al Qur’annya, maka seringkali ma’had yang lebih mengutamakan bangunan secara fisik kemegahan yang nampak tersebut seringkali menjadi indikator kegagalan sistem pendidikan yang ada, sehingga anda jangan heran kalau pada akhirnya nanti kita akan menemukan juga istilah “hafidzah instan” atau “hafidzah kebetulan”. Lalu apa yang menjadi sebab kegagalan hafidzah dalam menjaga hafalan Qur’an jika ditinjau dari sudut pandang lembaga tahfidz ? Baca entri selengkapnya »

c=15&text=000000&bg=ffffff&border=000000&sc=000088″>

 

Februari 2010
S S R K J S M
« Des    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Tag

Komentar Terakhir

wakhidah di Konsultasi
wakhidah di Khoirotunhisan
khoirotunhisan01 di PROFIL
7ihadmedia di PROFIL
khoirotunhisan01 di Program Khoirotunhisan

Blog Stats

  • 6,698 hits

Flickr Photos

Madrid

i heart...

In a place far away from anyone or anywhere, I drifted off for a moment

More Photos

Pengumuman

Galery Wisuda Program Tahsin & Tahfizh (Tanpa Mondok)

Acara Training for Trainer

Salah satu peserta PSL (Praktek Studi Lapangan) sedang mengajukan pertanyaan

Jam khoirotunhisan